Monday, June 25, 2012

2 budak kecik dan bayang-bayang

Hari ni hari Isnin, selalunya saya akan mengurangkan kegarangan saya pada hari Isnin. Maknanya, hari Isnin saya tak suka marah anak-anak murid saya. Sebab saya tak nak rosakkan hari pertama persekolahan mereka untuk minggu itu.

Saya dapati, rupa-rupanya murid-murid akan lebih mendengar kata kalau saya kurang marah-marah.  Tadi, saya rasa anak murid saya ni sangat sweet. Comel dan manis. Dalam perjalanan saya ke kelas tadi, 2 anak murid saya menaiki tangga mendahului saya...beberapa anak tangga saja. Bila saya sampai di tingkat atas, saya dapati mereka tiada lagi di hadapan saya. Kemudian saya pandang ke tiang di koridor itu, saya nampak dua bayang budak kecik yang berusaha menyorok di situ. Bukan cikgu lah kalau kita tak tahu apa yang dorang nak buat tu. Maka saya pun menyorok di sisi tiang yang bersebelahan budak-budak kecik itu. Lama mereka tunggu saya sampai. Hinggalah saya terdengar mereka bertanya, ke mana saya pergi. 

Malas nak tunggu lama lagi, saya guna ruler dan menjangkau ke arah mereka. Hah! Terkejut! Haha..sape yang kena gertak nih?! Budak kecik dua orang tu pun keluarlah dari balik tiang tempat mereka sembunyi itu dengan muka yang hampa. "Teacher tau laaa.." "Macam mana teacher tau?".

Alahai, innocent nya budak kecik. Kalaupun saya tak nampak bayang kat lantai koridor, saya akan dengar ketawa kecik dari balik tiang tu. Saya pun meninggalkan tiang yang saya menyorok tadi sambil pikir, "kenapa la tak buat-buat lalu dan buat-buat terkejut je tadi"

Simple je. Teacher= joy killer.

Tuesday, June 19, 2012

To be continued..not!

As soon as I came back from school this evening...I was normal again. And I am totally ok now. What was I thinking? So I guess no further post/entry on the previous one. Tiada sambungan. (seakan-akannya ada lah sangat orang yang kisah! kahkahkah.. Seb baik tak sempat melalut yang bukan-bukan di sini.

Do not put down the fence until you know why it was put up!


Till then, good night and sleep tight.

[To the owner of the left rib, wherever you are, good night to you too]


Saya mengalami hari yang pelik hari ini. Hari yang susah nak digambarkan. Apa lagi nak dihuraikan. Tidak ketahuan apa yang nak dibuat, saya terpaksa menghantar sms kepada kawan-kawan yang saya rasa takkan gelak kalau saya bagitau apa yang saya rasa ni. (Korang mungkin tak gelak, tapi sure korang rasa Zira ni bengong kan?)

Tapi itulah, macam mana nak jelaskan orang yang tak wujud, tapi kita rasa macam wujud dan berada sgt hampir dengan kita? Sangat2 hampir. Itu sebenarnya perasaan (atau perasan) atau harapan?

Nnt sambung. Nak pegi skolah, ada meeting PIBG.

Sunday, April 1, 2012

I can't live without you, can I?

Siapa tengok drama semalam, tentu dah dengar ungkapan ni..."saya sibuk cari orang yang saya boleh hidup dengan dia, tapi tak sangka saya akan jumpa dengan orang yang saya tak boleh hidup tanpanya".

Bunyi seakan sama, tapi membawa maksud yang berbeza... Saya akui, kadang-kadang saya pun sibuk jugak melihat ciri-ciri orang yang saya berkawan...adakah saya boleh hidup dengan dia? Sebab macam yang kita tahu, kalau kita dah memilih seseorang, kita akan hidup, tua dan mati bersama..jika Allah izinkan.  Tak pernah saya terfikir pulak, yang saya tak akan boleh hidup tanpa seseorang. Hidup guna oksigen. Organ yang penting adalah jantung. Maka dimana datang tak boleh hidup tanpa seseorang?

Memang, jangan ambil secara literal. Walaupun begitu, saya rasa saya tak percaya...kita tak boleh hidup tanpa seseorang. Bernyawa tetap bernyawa cuma, pilihan untuk hidup itu ditangan kita. Kan? Maka, bila Allah masih memberi nyawa, kenapa pilih untuk tidak hidup bila seseorang tinggalkan kita?

So saya nak cakap kat sini, cerita cinta ni kadang-kadang tak masuk akal. Bilalah orang nak buat cerita yang logik dan praktikal sikit? Ataupun, bila orang bercinta je, sume logik akal dan praktikalnya hilang sekelip mata?

Entry ni random, saya tahu. Cuma..point saya.. kita kena ingat..hidup mati kita bukan untuk sesiapa. Hanya untuk Dia.

Thursday, March 22, 2012

A-minus


Ready to roll. "A-minus" untuk Action Songs Competition nanti :)

Friday, March 16, 2012

Of change and aging...

Be not afraid of going slowly, be afraid only of standing still.

I've been busy lately. Not so busy but quite busy. There's nothing much really. But somehow or rather, I find that I have too many things to do with too little time to spend.  This is something I have never experienced before. Used to do only one thing the whole day, or the whole week. Like vetting or drafting. But now, I do like tonnes of little things, and spend like forever doing it.  

I received several texts, asking me why they didn't see me online as much as I did before.  A few messages on my facebook mobile complaining about the un'approve' friend requests.  I have no attention to deactivate my facebook account. But I don't intend to stay active like the old times though.  

May be it's the 'age'. I blame it on my age. I don't find facebook or blog-hopping as enjoyable as before. I've been on the net since like 17 years ago.  True, the world is at your fingertips with internet. So much so, that I forgot to look around me and enjoy the real happenings. Sometime I wonder, how in the world I could spend like hourssss before my lappy? Was it really interesting? Now is the time to do the catching up.  Yeap, there's more to life than....................(you name it)............................

People change. Our priority change. Our likes and dislikes change. It just that, I hope I can change for the betterment. 

--------------------------------------------------------------------------
Nota kaki:  Tak relevan dgn entry di atas, cuma terasa nak masukkan. Pagi tadi saya terdengar Tanyalah Ustaz, ada sentuh sikit pasal anak derhaka...menurut ustaz tu, takrif anak derhaka bukan tahap menengking ibu bapa sahaja.  Jika sampai ibu atau ayah kita perlu menghubungi kita untuk bertanya khabar, itu sudah dikira derhaka.  Bayangkan hal-hal lain yang mungkin kita buat terhadap mak ayah kita di luar sedar. Nauzubillah. Mari berubah.


harap-harap jangan hangat2 tahi ayam ye...haha

Saturday, March 3, 2012

Tentang marah...

I've got my broadband activated few days ago. The good in not having an internet access for weeks is I now could live like a normal person. Normal; read...I watch tv and read newspaper more than I sit in front of the lappy like an IT pro. 

So, straight to my actual purpose of writing this entry. Please allow me to pick your brain. Which would you rather have or do, psychology or canning?

Someone said to me that I should be more stern and casually she/he put it to me that I was scared to punish my pupils. Which is true. Everyone is entitled to their own believe and opinion. So I'm cool about it. But I have my reason for not scolding my pupils. My words could be nasty. That's why. 

It so happen, I watched a hindi movie on TV3 this afternoon, and one of the lines that caught my attention the most was when the hero said, the Solomon islanders don't use axe to log. They yell and curse at the tree instead of chopping it down.  After constant yelling and cursing, the tree would die and wither away. I'm not sure how far its true. I gooled  but didn't find any reliable sources.

But, my point is that...even a tree could die because of constant yelling. It is believed, the yelling and cursing would kill the spirit of the tree. And one of the pages that I came across while googling for the Solomon-yelling thingy said, a plant that is exposed to sweet music would grow better than the plant that is kept in silence. Again, I am not sure how far its true but somehow I am sure it bears some weight. 

I'm not writing any further, all I know is we use more muscles when we are angry compared to laughing. Nanti cepat tua la kan kalau asyik marah, sebab muscles dah longgar. Hehe.

Note:  Please understand that whatever written here is the situation as of today. I do not know whether I still hold to this belief and approach after 15 years of teaching. May Allah have mercy on me.

Sticks and stones may break our bones, but words will break our hearts. 
I do not want to be a heartbreaker.